Pengalaman Stres Saat Hamil Sampai Baru Bisa Lahiran Ketika Janin 12 Bulan

Pengalaman Stres Saat Hamil Sampai Baru Bisa Lahiran Ketika Janin 12 Bulan

Jika biasanya kita mendengar kejadian dimana seorang ibu melahirkan anaknya sebelum 9 bulan, atau sebelum saatnya lahiran. Sehingga anaknya lahir secara prematur, dan harus dimasukkan di dalam tabung. Ada yang kejadian mulai dari masih 5 bulan kandungan sudah lahiran ada 7 bulan dan sebagainya. Dan bayinya akan berada di tabung dan dirawat di rumah sakit sampai dengan bayi tersebut berusia 9 bulan dan memiliki berat yang seharusnya. Dan kejadian tersebut sering sekali terjadi. Dan mungkin anda salah satunya.

Pengalaman Stres Saat Hamil Sampai Baru Bisa Lahiran Ketika Janin 12 Bulan

Tapi pernahkan anda mendengar kasus dimana bayi yang lahir lewat dari 9 bulan. Atau lewat dari saat dimana dia harus di lahirkan? Ya mungkin kalau lewat beberapa hari atau sampai seminggu itu ada-ada aja. Dan itu masih tergolong normal. Ada juga yang sudah sampai seminggu lewat dari waktu dia harus lahir, masih belum lahir, biasanya akan dilakukan operasi sesar. Tapi kali ini datang dari pengalaman sahabatku. Dia lahir ketika usianya sudah 12 bulan. Alias satu tahun. Mungkin kejadian seperti ini sangatlah jarang.

Dan mungkin 5 dari 100? Memang jika ikut prosedur, harusnya sahabat saya harusnya sudah di operasi sesar saat itu. Tapi apa daya karena masalah ekonomi. Dan pada saat ibunya sedang mengandung sahabat saya. Dan mendekati 9 bulan, ibunya harus bercerai dengan ayahnya. Membuat stres yang berkepanjangan. Dan disaat mereka bercerai, ibunya mengalami tekanan dari keluarganya. Baik dari keluarga ibunya atau keluarga besar dari ayahnya. Dan selama sedang mengandung sahabat saya, ibu nya mengalami banyak sekali kekerasan. Sering dipukul dan dilempar barang. Sehingga bisa dibilang selama mengandung, ibunya sangatlah stres.

Dan tambah lagi sudah 9 bulan lebih sahabat saya tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda akan lahir. Dan saat periksa ke dokter. Dokter pun sampai bilang stres dari ibunya sangat berpengaruh pada janin. Sampai sahabatku pun itu rasanya tidak ingin lair. Seperti rasa stres dan takut dari ibunya sampai pada si anak. Sampai sudah 10 bulan, masuk 11 bulan dia tidak mau keluar. Sampai akhirnya digunakan berbagai cara sampai obat dan infus untuk memancing kontraksi. Barulah di bulan ke 12 dia lahir dengan normal.

You may also like